Caci Untuk Sang Putri

Posted: 28/02/2008 in Jurnal

Presehan adalah pertarungan satu lawan satu. Sebuah drama pertarungan untuk memperebutkan sebuah hadiah.Seni beladiri khas lombok yang telah mentradisi. Para petarung atau pepadu peresehan bertarung membawa nama desa atau kecamatan.Pertarungan kedua pihak dipimpin seorang juri dua wasit pinggir dan dua penunjuk pepadu atau pekembar.Wasit pinggir bertugas menjaga pertarungan agar tetap di dalam arena dan melerai kedua pepadu.Pekembar adalah pihak yang menentukan pepadu yang seimbang dengan lawannya. Ada proses saling membandingkan antara para pepadu. Para pekembar memberi tanda setuju dengan memukulkan penyalin ke ke ende.Puluhan tahun lalu murti menjadi juri peresehan. Menjadi juri bukan begitu saja didapat. Sebelumnya lalu murti pun menjadi petarung.Menjadi juri adalah karena garis keturunan atau diwariskan secara turun temurun.Sebuah tameng atau ende yang terbuat dari kulit sapi dan rotan atau penyalin yang dililiti benang kasur menjadi senjata para petarung.Menjelang ritual bau nyale peresehan menjadi acara wajib selama tiga hari berturut-turut. Peresehan menjadi tontonan yang paling menarik bagi masyarakat. Di ajang peresehan penonton seakan memiliki jagoan masing-masing. Sorakan penonton semakin meningkatkan agresifitas petarung.Peresehan semakin lengkap dengan kehadiran para dukun atau sentoak.Kehadiran dukun semakin menambah kekuatan para petarung.Beberapa metode dilakukan dukun pada para petarungnya. Memasukkan jimat ke kain yang melilit di perut atau yang disebut bengkung.Dukun juga membisikkan doa-doa ke ikat kepala atau odeng atau sapuk yang dikenakan para petarung.Peresehan menjadi jembatan komunikasi antar satu desa dan desa lain dengan tetap menjunjung sportifitas.Dalam praktek kekinian hadiah bukan menjadi motivasi utama para petarung. Keinginan mencoba keberanian mengukur batas diri hingga pertaruhan harga diri.Lombok merupakan tempat yang sangat indah.Suasana selepas fajar menjadi pemandangan yang menakjubkan.Pantai-pantai di lombok barat menjadi tujuan masyarakat untuk bau nyale atau mencari cacing.Ritual bau nyale dilaksanakan masyarakat di pantai tanjung ‘an, Seger, Kali Antan dan Kuta.Selama tiga hari, dini hari hingga pagi hari, masyarakat mencari tanda-tanda akan datangnya nyale tunggak atau nyale awal. Proses mencari ini disebut penyamu.Tradisi bau nyale berawal dari epos putri mandalika.Dalam perspektif kontemporer epos mandalika juga mengandung sisi negatif. Mandalike dalam bahasa sasak, mempunyai arti “rusak”. Putri Mandalika dapat diartikan putri yang merusak dirinya sendiri, dengan menceburkan diri ke laut. Pagi itu masyarakat telah mendapat nyale yang menandakan esok hari adalah saat nyale tunggak.Nyale ada beberapa warna.Nyale berwarna hijau dan coklat dipercaya masyarakat sebagai nyale yang asli.Malam puncak menjelang ritual bau nyale, festival rakyat pun makin marak.Gandrung, joged, 2 macam kesenian yang mirip jangger, menghangatkan suasana malam. Para penonton ikut berjoget bersama para penari.Tradisi saweran pun menjadi hal yang wajib bagi para penonton.Di pantai Seger pesta rakyat menuju puncak. Betandak atau seni berbalas pantun dipentaskan.Betandak telah mendarah daging bagi masyarakat sasak. Dalam kehidupan sehari-hari pun mereka betandak. Baik ketika sedang sakit atau senang hati. Betandak dahulu digunakan sebagai media pertemuan antara dua keluarga untuk menyampaikan maksud keluarga laki-laki ke pihak perempuan.Dalam betandak hasil bumi dan buah-buahan adalah lambang barang bukti dari pihak laki-laki pada pihak perempuan. Seperti halnya pantun/dalam betandak pun ada lontaran yang diucapkan dalam sindiran dan kadang bernada sarkasme.Seni budaya masyarakat sasak lainnya, adalah pepaosan atau seni membaca lontar.Epos yang sering dibacakan dalam pepaosan adalah epos tragedi mandalika.Pukul 4 dini hari masyarakat mulai masuk ke pantai untuk mengambil nyale.ritual ini disebut peneter.Masyarakat percaya dengan mengeluarkan makian atau kata-kata kotor nyale akan segera datang dan dalam jumlah banyak.Dini hari itu di hampir semua pantai selatan nusa tenggara barat peneter mulai dilakukan.Ribuan masyarakat di pantai seger masyarakat mulai masuk ke pantai untuk mencari nyale.Beberapa orang menggunakan perahu agar lebih masuk ke laut sehingga mendapatkan nyale lebih banyak.Teriakan orang-orang memanggil nyale memenuhi atmosfer pantai.Pagi itu semua orang mendapat nyale, dengan jumlah berbeda-beda.Nyale dipercaya masyarakat sasak sebagai obat yang berkhasiat.Pada jaman dulu nyale dipercaya dapat menyuburkan tanaman di sawah apabila ditaburkan.Dari laut masyarakat segera mengolah nyale menjadi makanan. Tradisi masyarakat sasak mengolah nyale hampir sama dibeberapa tempat.Nyale dimasukkan ke dalam limpit yang dibentuk dari daun kelapa/ kemudian dibakar. Setelah matang nyale pun di masak.Legenda melahirkan epos yang meretas dalam budaya.Bau nyale merupakan aktifitas ritual mayarakat sasak. Baik atau buruk legenda yang melahirkan epos mandalika, seyogyanya dipahami sebagai warna dalam budaya lokal. Keyakinan masyarakat sebagai sebuah pemahaman lokal pada ritual bau nyale bukan sebagai kemunduran pengetahuan.Pemahaman masyarakat sasak harus dimaknai sebagai sebuah ikatan biologis manusia dan alam dalam kesatuan kosmik.Perlu kiranya menjaga tradisi dan keragaman budaya di daratan lombok. Ragam Seni yang bersenandung magis / ritual-ritual langka sebagai sendi budaya.Dan terutama tradisi serta budaya sebagai perekat masyarakat sasak yang tetap mencari wujudnya/ sebagai warisan leluhur. Narasumber:

Agus Marta Hariadi

Nirwan ArsukaLalu Murti ODENG/SAPUK : IKAT KEPALABENGKUNG : IKAT BADAN/SABUK (KALO PUCUKNYA TIDAK TURUN )TAMPIK : KAIN YG KE BAWAHENDE : PERISAIPENYALIN : ROTAN LEANG : BAJU ADATSONGKET : KAIN SARUNG

Komentar
  1. angky mengatakan:

    keep on writing bi!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s