“MENYUSUR RIMBA JANTUNG BORNEO”

Posted: 07/09/2007 in Lang-lang

Taman Nasional Kayan Mentarang atau TNKM terbentang di sepanjang propinsi kalimantan timur berbatasan dengan wilayah dengara bagian sabah dan serawak malaysia. Letak kawasan TNKM terpencil di pedalaman dan akses masuk terbatas hanya pada angkutan udara dan perahu motor yang, menyusuri  sungai-sungai yang membelah rimba taman nasional. bahau hulu salah satu wilayah adat di tnkm, dapat ditempuh dari tarakan menggunakan pesawat jenis cesna.Taman nasional kayan mentarang berada di jantung Borneo. Heart Of Borneo / adalah gugusan hutan hujan tropis pegunungan yang masih tersisa di borneo. Setidaknya / terdapat 40 hingga 50 persen / jenis flora dan fauna endemik hidup di TNKM. Kawasan ini juga berfungsi sebagai menara air utama bagi seluruh pulau  kalimantan.Long Alango ibukota kecamatan Bahau Hulu menjadi tujuan pendaratan pesawat.Kayan Mentarang memiliki jenis ekologi hutan yang beragam dan  unik.beragam tipe habitat dari hutan hujan dataran rendah hingga dataran tinggi bisa ditemui di taman nasional kayan mentarang. Di seluruh kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang terdapat 10 wilayah adat  yang dihuni sekitar 16 ribu penduduk / yang mendiami 50 desa. 

Beberapa diantaranya telah berbaur menjadi lokasi pemukiman yang luas.

Perjalanan menyusur rimba kayan mentarang difokuskan di aliran sungai bahau yang sebagian besar masuk  wilayah adat bahau hulu. Di kecamatan bahau hulu terdapat 6 desa adat. Dari desa Long Alango perjalanan menyusur sungai bahau dilakukan dengan perahu ketinting menuju desa Long Berini. Karakter sungai Bahau adalah sungai yang terdapat batu-batu besar. Perahu ketinting harus melalui arus sungai yang banyak terdapat jeram batu.Mata pencaharian masyarakat desa long berini seperti halnya desa lain di bahau hulu adalah berladang diselingi dengan berburu satwa dan mengumpulkan tumbuhan untuk kebutuhan sehari-hari.kesenian dan kerajinan tangan yang dilakukan masyarakat long berini menjadi nilai lebih desa ini. Dan Udah misalnya, ia adalah penggiat seni yang terus menurunkan kesenian adat sekaligus tata cara dalam ritual budaya / kepada generasi penerusnya.Di mata Cristina Eghenter corak kehidupan masyarakat dayak kenyah  banyak terkandung kearifan lokal. Perjalanan berlanjut ke desa apau ping. Desa ini merupakan desa paling ujung dari wilayah adat bahau hulu. Perjalanan melawan arus sungai  dengan banyak jeram menjadi tantangan sendiri. Fenomena ini sekaligus menggambarkan bagaimana keseharian masyarakat yang tinggal di aliran sungai melakukan perjalanan  melalui sungai. Di padang long tua ini dulu menjadi tempat tinggal warga apauping. Warga Apauping akhirnya pindah ke tempat baru yang terletak lebih di bawah.Keramahan masyarakat dayak terpancar pada adat dan budaya  yang mengakar bersama alam dan lingkungan. Secara etnolinguistik / aneka ragam kelompok etnis bahasa, terdapat di Kayan Mentarang/ yang dikenal dengan bahasa dayak. Corak ukiran dan lukisan kalong kabok dan tarian repetitif menjadi ciri khas masyarakat  dayak. Perjalanan menyusur rimba kayan mentarang berakhir di apauping.Pperjalanan balik dimulai dari apauping menuju long pujungan / melalui sungai bahau.Perjalanan ini membutuhkan kurang laebih enam jam.Dari Long Pujungan perjalanan meninggalkan pedalaman kayan mentarang   dipilih tetap melalui sungai.Selain karena mengikuti arus sungai atau dalam bahasa lokal disebut milir perjalanan lewat sungai menjadi menarik karena dapat melihat keindahan hutan di jantung borneo.Perahu berukuran lebih besar atau Long Boat dapat digunakan untuk menyusur sungai Kayan. Dari Long ujungan / perjalanan melalui Long Bia / hingga tiba di Tanjung Selor.Dari Long Pujungan hingga Tanjung Selor perjalanan menyusur sungai ini membutuhkan waktu tidak kurang dari sepuluh jam. Sebuah perjalanan yang penuh tantangan, untuk melihat keanekaragaman hayati sekaligus merasakan adat budaya masyarakat dayak kenyah di Taman Nasional Kayan Mentarang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s